Dunia Internasional
Wah! Pemerintah AS Bakal PHK PNS Besar-besaran - Bagian All

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk melakukan PHK besar-besaran terhadap pegawai negeri sipil (PNS).
Pasalnya, Elon Musk selaku kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), saat rapat kabinet pertama pemerintahan Trump, pada Rabu (26/2/2025), mengatakan akan memangkas anggaran lebih besar. DOGE merupakan lembaga baru yang dibentuk Trump untuk mengevaluasi anggaran seluruh institusi pemerintah federal.
Pemerintah mengirim memo yang isinya menginstruksikan kepada lembaga-lembaga pemerintah pusat untuk menyerahkan rencana pemangkasan pegawai besar-besaran paling lambat pada 13 Maret.
Memo yang diteken direktur anggaran Gedung Putih Russell Vought serta penjabat kepala Kantor Manajemen Personalia Charles Ezell itu merupakan program pemangkasan PNS terbaru dengan jumlah paling besar.
Sebelum ini, PHK menargetkan pegawai yang masih dalam tahap percobaan, masa kerja lebih sedikit, serta mendapat jaminan perlindungan pekerjaan yang juga lebih kecil. Selain itu juga menargerkan PNS senior meski jumlahnya masih kecil.
Sekitar 100.000 dari total 2,3 juta PNS federal di AS telah dipecat atau menerima pesangon sejak Trump menjabat.
Sementara itu gelombang PHK berikutnya menargetkan kelompok PNS senior dengan jumlah jauh lebih besar.
Saat rapat kabinet Trump mengatakan, Lee Zeldin, pejabat Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), berencana memangkas hingga 65 persen pegawai dari total lebih dari 15.000 orang.
Sebelumnya seorang sumber Departemen Dalam Negeri mengatakan, beberapa biro seperti Dinas Perikanan dan Satwa Liar dan Biro Urusan Indian juga bersiap untuk memangkas tenaga kerja mulai dari 10 hingga 40 persen.
Dalam sidang kabinet, Musk mengungkap AS akan bangkrut jika DOGE tidak memangkas anggaran.
"Jadi, kami (DOGE) sebenarnya adalah pendukung teknis. Ironis, (AS bakal bangkrut) tapi ini sungguhan," katanya
Peran paling krusial yang dilakukannya DOGE adalah mengatasi defisit anggaran AS yang sangat besar.
"Tujuan keseluruhan di sini bersama tim DOGE adalah membantu mengatasi defisit yang sangat besar. Kita tidak bisa menanggung defisit 2 triliun dolar sebagai sebuah negara," ujarnya.
Dia mengungkap, bunga utang nasional AS yang harus dibayar saat ini sudah melebihi pengeluaran Departemen Pertahanan (Pentagon).
"Kita menghabiskan banyak uang untuk Departemen Pertahanan, tapi kita menghabiskan lebih dari 1 triliun dolar untuk bunganya. Jika ini terus berlanjut, negara ini akan bangkrut secara de facto," tuturnya.
Komentar
Posting Komentar