0
News
    Home Dunia Internasional Featured Keuangan Spesial Suriah

    Warganet Soroti Peluncuran Uang Kertas Baru dari Pemerintah Suriah, Tidak Ada Gambar Tokoh Pahlawan tetapi Menampilkan Hasil Tani - Sekitar Bandung

    2 min read

      

    Warganet Soroti Peluncuran Uang Kertas Baru dari Pemerintah Suriah, Tidak Ada Gambar Tokoh Pahlawan tetapi Menampilkan Hasil Tani

    Warganet Soroti Peluncuran Uang Kertas Baru dari Pemerintah Suriah, Tidak Ada Gambar Tokoh Pahlawan tetapi Menampilkan Hasil Tani (X/@Greg_Galligan)

    Sekitarbandung.com – Pemerintah Suriah secara resmi meluncurkan uang kertas baru di Istana Konferensi Damaskus pada 29 Desember 2025. Uang baru tersebut dijadwalkan mulai beredar pada 1 Januari 2026.

    Peluncuran yang dihadiri Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa bersama istrinya, Latifa al-Droubi, ini turut menandai penghapusan sejumlah nol serta dihilangkannya gambar tokoh dari desain uang kertas yang baru.

    Selain perubahan desain, kebijakan ini bertujuan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap mata uang Lira.

    Pemerintah juga ingin menyederhanakan transaksi dengan menghapus dua angka nol, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap stabilitas dan pemulihan ekonomi jangka panjang.

    Menanggapi kebijakan tersebut, sejumlah warganet di media sosial menyampaikan berbagai tanggapan, mulai dari apresiasi dan pujian, hingga kritik, saran, serta masukan yang dinilai bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

    Dilansir dari unggahan akun X @Greg_Galligan pada Jumat (30/12/2025), Greg memuji desain mata uang Suriah yang dinilainya indah karena lebih menonjolkan simbol nasional dibandingkan individu.

    “Mata uang Suriah yang baru menurut saya sangat indah. Sangat menggembirakan juga melihat gambar yang menekankan simbol-simbol nasional daripada individu, sehingga memberikan uang kertas tersebut karakter yang lebih abadi dan universal,” tulisnya dalam unggahan.

    Sementara itu, warganet lain melalui akun X @AlSultan_Meriam menilai masih ada hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait penggunaan warna yang dinilai terlalu mencolok dan berulang.

    Ia pun menyarankan agar tidak menggunakan warna yang sama pada setiap pecahan, melainkan memanfaatkan perbedaan warna dan angka yang lebih menonjol agar mudah dibedakan.

    Menurutnya, desain tersebut berpotensi membingungkan, terutama bagi orang tua. Ia bahkan membayangkan adanya risiko penipuan, seperti uang bernilai ratusan yang ditukar dengan pecahan puluhan untuk mengecoh dan mencuri uang mereka.

    “Pilihan yang sangat buruk sebenarnya. Mereka juga menghindari penggunaan karakter karena gambar itu haram. Mengapa Anda mengagungkan itu?” tulisnya.

    Post Views: 49
    Komentar
    Additional JS