Venezuela Teratas, Ini 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Dunia - SindoNews
Venezuela Teratas, Ini 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Dunia
KOMPAS.com - Cadangan minyak masih menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam peta kekuatan energi dan politik global, terutama ketika ketegangan internasional kembali melibatkan negara-negara produsen utama.
Laporan OPEC Annual Statistical Bulletin 2025 mencatat cadangan minyak mentah terbukti dunia mencapai sekitar 1.566 miliar barel pada akhir 2024, dengan mayoritas cadangan tersebut terkonsentrasi di sejumlah kecil negara.
Konsentrasi cadangan minyak ini menjadikan isu energi tidak hanya berkaitan dengan pasokan dan harga, tetapi juga berkelindan erat dengan kepentingan geopolitik dan keamanan global.
Sorotan terhadap cadangan minyak dunia kembali menguat setelah Amerika Serikat melancarkan operasi ke Venezuela pada awal Januari 2026, negara yang tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih kendali sementara Venezuela, sekaligus menegaskan keterlibatan kuat Washington dalam sektor energi negara tersebut.
Berikut daftar 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia berdasarkan data resmi OPEC hingga akhir 2024.
1. Venezuela
Venezuela menempati peringkat pertama dunia dengan cadangan minyak terbukti sebesar 303,221 miliar barel, atau sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global.
Sebagian besar cadangan minyak Venezuela berupa minyak berat yang terkonsentrasi di kawasan Orinoco Belt, sehingga membutuhkan teknologi dan biaya produksi lebih tinggi dibanding minyak konvensional.
2. Arab Saudi
Arab Saudi berada di peringkat kedua dunia dengan cadangan minyak terbukti sekitar 267,200 miliar barel, menjadikannya aktor kunci dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak global.
Cadangan besar tersebut memungkinkan Arab Saudi memainkan peran strategis dalam kebijakan produksi OPEC serta memengaruhi harga minyak dunia.
3. Iran
Iran menempati posisi ketiga dunia dengan cadangan minyak terbukti mencapai 208,600 miliar barel, meskipun produksinya kerap terhambat sanksi internasional.
Besarnya cadangan ini membuat Iran tetap menjadi pemain penting dalam jangka panjang pasar energi global.

4. Irak
Irak berada di peringkat keempat dunia dengan cadangan minyak terbukti sebesar 145,019 miliar barel yang tersebar di berbagai ladang raksasa.
Potensi besar tersebut menjadikan Irak salah satu negara dengan peluang peningkatan produksi terbesar di Timur Tengah.
5. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab menempati peringkat kelima dengan cadangan minyak terbukti sekitar 113,000 miliar barel, dengan Abu Dhabi sebagai pusat produksi utama.
Cadangan ini menopang strategi diversifikasi ekonomi UEA di tengah transisi energi global.
6. Kuwait
Kuwait berada di urutan keenam dunia dengan cadangan minyak terbukti sebesar 101,500 miliar barel, meskipun luas wilayah negaranya relatif kecil.
Minyak menjadi tulang punggung perekonomian Kuwait dan sumber utama pendapatan negara.
7. Rusia
Rusia menjadi negara non-OPEC dengan cadangan minyak terbesar di dunia, yakni sekitar 80,000 miliar barel hingga akhir 2024.
Cadangan besar ini memperkuat posisi Rusia sebagai pemasok energi utama ke Eropa dan Asia.
8. Libya
Libya menempati peringkat kedelapan dunia dengan cadangan minyak terbukti mencapai 48,363 miliar barel, sekaligus menjadi yang terbesar di Afrika.
Namun, konflik berkepanjangan membuat produksi Libya belum optimal.
9. Nigeria
Nigeria berada di posisi kesembilan dengan cadangan minyak terbukti sekitar 37,280 miliar barel, dengan produksi utama di kawasan Delta Niger.
Isu keamanan dan infrastruktur masih menjadi tantangan utama sektor migas Nigeria.
10. Kazakhstan
Kazakhstan melengkapi daftar 10 besar dunia dengan cadangan minyak terbukti sebesar 30,000 miliar barel, menjadikannya produsen penting di kawasan Eurasia.
Letak geografis Kazakhstan menjadikannya penghubung strategis jalur energi Asia dan Eropa.

Mengapa Minyak Venezuela Diperebutkan?
Venezuela menjadi pusat perhatian global karena memiliki cadangan minyak terbesar dunia, tetapi tingkat produksinya hanya sebagian kecil dari kapasitas akibat salah kelola, minim investasi, dan sanksi internasional.
Produksi minyak Venezuela pernah mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari pada 1970-an, namun merosot drastis dalam satu dekade terakhir.
Minyak berat Venezuela memang mahal diproduksi, tetapi relatif sederhana secara teknis, sehingga menarik bagi negara dan perusahaan yang memiliki teknologi pengolahan khusus.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih kendali sementara Venezuela dan sangat terlibat dalam sektor minyak negara tersebut.
“Kami akan menjalankan negara ini sampai tiba waktunya melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Florida.
Trump juga menyebut perusahaan minyak besar Amerika Serikat akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak.
Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan perubahan rezim secara paksa sering kali tidak langsung menstabilkan pasokan minyak, seperti yang terjadi di Irak dan Libya.
Ketegangan di Venezuela akibat serangan AS, menegaskan bahwa cadangan minyak bukan sekadar soal energi, melainkan juga alat tawar politik dan kepentingan strategis global.