Sosial Media
powered by Surfing Waves
0
News
    Home Afghanistan Donald Trump Dunia Internasional Featured

    Trump Ancam Afghanistan Jika Tak Serahkan Pangkalan Bagram ke AS: 'Hal Buruk Akan Terjadi!' - Sindo news

    2 min read

      Dunia Internasional, 

    Trump Ancam Afghanistan Jika Tak Serahkan Pangkalan Bagram ke AS: 'Hal Buruk Akan Terjadi!'

    Minggu, 21 September 2025 - 11:16 WIB
    Presiden AS Donald Trump mengancam Afghanistan jika menolak menyerahkan Pangkalan Udara Bagram kepada militer Washington. Foto/Wikipedia
    A
    A
    A
    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Afghanistan jika menolak menyerahkan Pangkalan Udara Bagram kepada militer Washington. Dia mengisyaratkan akan ada "hukuman" kepada negara yang sekarang dikendalikan Taliban tersebut.

    "Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada mereka yang membangunnya, Amerika Serikat, HAL-HAL BURUK AKAN TERJADI!!!" tulis pemimpin berusia 79 tahun itu di platform Truth Social miliknya.

    Ancaman samar itu muncul hanya beberapa hari setelah dia mengemukakan gagasan Amerika Serikat untuk merebut kembali kendali pangkalan tersebut saat sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Inggris.

    Baca Juga: Trump Ingin Rebut Kembali Pangkalan AS di Afghanistan, Alasannya Senjata Nuklir China

    Bagram, pangkalan udara terbesar di Afghanistan, merupakan kunci dari upaya perang yang dipimpin AS melawan Taliban, yang pemerintahannya digulingkan Washington setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

    Sebagai fasilitas yang sangat besar dan luas, Amnesty International, Human Rights Watch, dan lainnya telah berulang kali mengangkat tuduhan pelanggaran hak asasi manusia sistematis oleh pasukan AS di Bagram, terutama yang berkaitan dengan tahanan dalam "Perang Melawan Teror" Washington yang tidak jelas.

    Trump sering menyesalkan hilangnya akses militer AS ke Pangkalan Udara Bagram, mengingat kedekatannya dengan China, tetapi hari Kamis adalah pertama kalinya dia mengumumkan bahwa dia sedang menangani masalah ini.

    "Kami sedang berusaha untuk mendapatkan, ngomong-ngomong, itu bisa jadi berita besar. Kami berusaha mendapatkannya kembali karena mereka membutuhkan sesuatu dari kami," kata Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

    Pasukan AS—di era Presiden Joe Biden—dan NATO secara kacau ditarik keluar dari Pangkalan Udara Bagram pada Juli 2021 sebagai bagian dari kesepakatan damai yang ditengahi sebelumnya oleh Trump. Saat itu, Taliban yang bangkit kembali mengambil alih sebagian besar wilayah Afghanistan sebelum akhirnya menguasai seluruh negeri.

    Trump telah berulang kali mengkritik hilangnya kendali AS atas pangkalan itu sejak dia kembali berkuasa, mengaitkannya dengan serangannya terhadap penanganan Biden atas penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

    Trump juga mengeluhkan pengaruh China yang semakin besar di Afghanistan.

    Kemudian pada hari Sabtu, presiden AS itu ditanya oleh wartawan di Gedung Putih apakah dia mempertimbangkan untuk mengirim pasukan AS untuk merebut kembali Bagram.

    "Kami tidak akan membicarakan itu, tetapi kami sedang berbicara dengan Afghanistan, dan kami menginginkannya kembali dan kami menginginkannya kembali segera, segera," ujarnya.

    "Dan jika mereka tidak melakukannya, kalian akan tahu apa yang akan saya lakukan," katanya lagi, seperti dikutip AFP, Minggu (21/9/2025).
    (mas)
    Komentar
    Additional JS