Dunia Internasional,
Mimpi buruk bagi Saab, AS akan memveto penjualan jet tempur Gripen E ke Kolombia

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat diberitakan sedang bersiap untuk memveto penjualan jet tempur Gripen E buatan Saab, Swedia ke Kolombia. Washington akan mencegah penjualan mesin General Electric F414-GE-39E yang digunakan oleh Gripen E/F sehingga pesawat tersebut tidak dapat ditawarkan.
Informasi tersebut ditulis oleh SA Defensa melalui akun X-nya.
Bila hal itu benar-benar dilakukan, maka Saab mendapatkan mimpi buruknya untuk dapat memperluas penjualan jet tempur Gripen E/F di kawasan Amerika Selatan.
Selain Kolombia, Peru disebut-sebut juga tertarik untuk mengakuisisi jet tempur canggih buatan Negeri Nordik tersebut.
Seperti diketahui, Bogota sedang berupaya untuk memodernisasi armada pesawat tempur Angkatan Udara Kolombia (FAC) yang saat ini masih mengandalkan jet tempur tua Kfir buatan Israel. Gripen E menjadi pilihan utama yang akan diakuisisi oleh Kolombia.
Kolombia memerlukan jet tempur modern untuk menghadapi meningkatnya ancaman terhadap keamanan regional, terutama dari Venezuela, yang mengoperasikan jet Su-30MK2 canggih.
Sebelumnya, Saab secara aktif telah menawarkan Gripen E ke Kolombia. Pesawat dikatakan memiliki kemampuan untuk berpatroli di wilayah Kolombia yang luas tanpa mengisi bahan bakar.
Sementara di sisi lain, AS juga menawarkan jet F-16 Fighting Falcon. Washington menawarkan proposal mencakup penjualan delapan F-16 bekas yang akan ditingkatkan dengan Mid-Life Upgrade (MLU).
Kantor berita Blu Radio di Bogota pada November lalu melaporkan, anggaran senilai 2,5 miliar peso Kolombia (566 juta dolar AS) berpotensi digunakan untuk pembelian jet F-16 dari AS.
Selain pesawat, paket tawaran AS mencakup suku cadang, dukungan logistik, peralatan darat, layanan dukungan, pelatihan, dan solusi simulator. Selain pesawat bekas, AS juga menawarkan jet tempur F-16 Block 70 yang lebih modern kepada Kolombia.
Dengan adanya hak veto dari AS, Swedia dipastikan tidak akan dapat menjual Saab Gripen ke Kolombia karena mesin pesawat menggunakan produk AS. Kolombia pun dihadapkan pada keputusan sulit untuk meninggalkan Gripen E.
Spekulasi di media sosial menunjukkan kemungkinan Kolombia akan beralih ke China untuk menjajaki pembelian jet tempur Chengdu J-10C Vigorous Dragon. (RNS)
Komentar
Posting Komentar